Indeks Dolar AS Menguat, Naik Selama Tiga Hari Beruntun
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, melanjutkan kenaikannya untuk tiga hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 99,15 saat berita ini ditulis Pukul 13.20 WIB pada hari Rabu. Perhatian kini beralih ke Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Jasa ISM AS, yang akan dirilis hari ini.
Greenback menguat seiring dengan memudarnya ekspektasi pemotongan suku bunga dalam waktu dekat dari Federal Reserve (The Fed). Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun bertahan di sekitar 4,06% pada saat berita ini ditulis setelah naik selama dua sesi berturut-turut di tengah kekhawatiran inflasi tinggi.
Harga energi yang lebih tinggi akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah menambah kekhawatiran inflasi, mendorong pasar untuk mengurangi taruhan pada pelonggaran kebijakan jangka pendek. Para investor sebagian besar memprakirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga musim panas, meskipun ada seruan dari Presiden AS, Donald Trump, untuk menurunkan biaya pinjaman.
Dolar AS juga mendapatkan dukungan dari permintaan safe-haven akibat perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan bahwa eskalasi dapat membuka jalan bagi kepemimpinan Iran yang sama kerasnya, menekankan ketidakpastian seputar hasil konflik tersebut.
Israel dilaporkan menyerang sebuah bangunan tempat para ulama Iran berkumpul untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang baru. Pasukan Israel juga meluncurkan operasi darat baru di selatan Lebanon yang menargetkan Hezbollah, bersamaan dengan peningkatan serangan udara.
sumber : fxstreet
