Harga Emas Terkoreksi Tipis, tapi Tetap Pertahankan Tren Bullish
Harga emas terkoreksi tipis pada perdagangan Selasa (3/3/2026), tapi tetap mempertahankan tren bullish seiring eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran yang kian meluas.
Harga emas hari ini terlihat turun 0,17% menjadi US$ 5.312,15 per ons saat berita ditulis Pukul 14.15 WIB.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, perang udara berlanjut tanpa sinyal de-eskalasi, diikuti serangan balasan rudal dan drone Iran ke sejumlah target di kawasan Teluk. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait potensi ‘gelombang besar’ serangan lanjutan mempertegas sentimen risk-off global.
“Kondisi ini mendorong arus dana kembali ke aset safe haven, membuat harga emas tetap bertahan di level tinggi meski sempat mengalami koreksi,” demikian tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (3/3/2026).
Tim Research and Development ICDX menilai, penutupan sementara sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah serta potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, yakni jalur vital sekitar 20% perdagangan minyak global turut mendorong lonjakan harga minyak dan gas.
“Kenaikan energi berpotensi meningkatkan ekspektasi inflasi global yang dalam jangka pendek memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan risiko stagflasi,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, pelaku pasar juga mencermati rangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini, termasuk laporan ADP Employment Change, klaim pengangguran mingguan, serta Non-Farm Payrolls (NFP).
Menurut Tim Research and Development ICDX, data tenaga kerja yang kuat berpotensi menahan laju kenaikan emas melalui penguatan dolar AS, sementara angka yang lebih lemah dapat memperpanjang reli logam mulia.
“Secara keseluruhan, selama konflik Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda, bias pergerakan emas tetap cenderung bullish dengan volatilitas tinggi dalam jangka pendek,” papar Tim Research and Development ICDX.
Secara teknikal, Tim Research and Development ICDX menyebut, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran US$ 5.290 – 5.251 per ons, sedangkan resistance terdekat terletak di US$ 5.381 – 5.433 per ons.
“Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di US$ 5.160 per ons, sementara resistance jangka menengah berada di area US$ 5.524 per ons,” tutup Tim Research and Development ICDX.
sumber : investor.id
