Harga Emas Menguat, Usai Perundingan Nuklir AS-Iran
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis (27/2/2026), usai hasil putaran ketiga perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Jenewa yang diperpanjang. Negosiasi tersebut dinilai krusial untuk melihat apakah ketegangan geopolitik bisa mereda dalam waktu dekat.
Harga emas spot tercatat naik 0,39% dan ditutup di level US$ 5.184,96 per ons.
Dikutip dari Reuters, AS dan Iran mencatat kemajuan signifikan dalam perundingan terbaru yang bertujuan menyelesaikan sengketa nuklir berkepanjangan sekaligus mencegah potensi serangan baru dari Washington. Mediator Oman menyatakan kedua pihak sepakat melanjutkan negosiasi dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi mengatakan, pembicaraan akan kembali digelar setelah masing-masing delegasi melakukan konsultasi di ibu kota negara mereka. Diskusi tingkat teknis dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina.
“Kami menutup hari ini setelah kemajuan signifikan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran,” ujar Badr Albusaidi dalam pernyataannya.
Analis pasar di FOREX.com Razan Hilal mengatakan, harga emas dan perak tengah mencoba menembus level resistance masing-masing di US$ 5.200 dan US$ 90. Namun, hingga pekan ini, penguatan belum mampu bertahan.
“Jika dalam waktu dekat tercapai kesepakatan geopolitik, risiko koreksi harga bisa meningkat,” ujarnya.
Wakil Presiden sekaligus Senior Strategist Logam di Zaner Metals Peter Grant menilai, pasar saat ini menaruh perhatian besar pada hasil perundingan tersebut. Namun, menurut dia, tingkat ketidakpastian global masih cukup tinggi. “Terlepas dari hasil pembicaraan, ketidakpastian tetap ada di pasar,” ujarnya.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), emas kerap diburu investor sebagai safe haven di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.
Grant memprediksi harga emas masih berpotensi naik menuju level US$ 5.340,72 hingga US$ 5.400 per ons, meskipun dalam jangka pendek tetap terbuka peluang terjadinya koreksi.
Dari sisi kebijakan perdagangan, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan, tarif impor untuk sejumlah negara akan dinaikkan menjadi 15% atau lebih tinggi dari tarif baru sebesar 10% yang sebelumnya telah diberlakukan. Namun, ia tidak merinci negara mana saja yang terdampak.
Pelaku pasar kini tetap memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali sepanjang tahun ini.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,05% dan ditutup di US$ 88,26 per ons.
sumber : investor.id
