Indeks Dolar Melemah, Didorong Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan dan Tarif Global AS

Pada sesi Eropa hari ini, Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan kecenderungan melemah di kisaran sekitar 97,56 poin, mencerminkan tekanan terhadap greenback terhadap enam mata uang utama dunia. Data dari pasar menunjukkan bahwa indeks ini turun sekitar 0,07 % dalam perdagangan awal hari ini, sejalan dengan pelemahan dolar di pasar global. Pergerakan ini juga ikut memengaruhi data nilai tukar terhadap beberapa mata uang regional.

Tekanan terhadap DXY hari ini terutama didorong oleh ketidakpastian atas kebijakan perdagangan dan tarif global dari Amerika Serikat, yang berdampak pada persepsi risiko investor terhadap dolar. Sentimen masih terpengaruh oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan perdagangan Washington, yang dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan volatilitas terhadap aset berdenominasi dolar.

Selain faktor kebijakan perdagangan, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve turut memberi tekanan terhadap Indeks Dolar. Pasar kini lebih berhati-hati menilai kemungkinan perubahan suku bunga setelah data ekonomi AS terbaru menunjukkan beberapa sinyal mixed, sehingga pedagang cenderung kurang agresif dalam mempertahankan posisi long USD. Hal ini membuat DXY kehilangan sedikit momentum, meskipun masih berada dalam kisaran konsolidasi.

Pergerakan DXY juga dipengaruhi oleh penguatan beberapa mata uang utama seperti euro dan yen, yang menunjukkan resilience relatif terhadap dolar di tengah dinamika kebijakan bank sentral global. Penguatan ini menahan Indeks Dolar dari rebound signifikan, seiring beberapa bank sentral Asia dan Eropa menunjukkan sinyal dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga mengurangi tekanan permintaan terhadap USD.

Secara teknikal, analis pasar melihat bahwa DXY masih berada dalam rentang sideways yang relatif stabil sejak beberapa minggu terakhir, dengan kaki support kuat di dekat 97,0 dan resistance penting di sekitar 98,5–99,0. Tidak adanya katalis data besar yang memicu pergerakan tajam membuat indeks ini konsolidatif, sambil dipengaruhi oleh berita geopolitik dan ekspektasi suku bunga ke depan. Banyak pelaku pasar saat ini memilih menunggu data inflasi Amerika Serikat dan pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan arah tren selanjutnya untuk DXY.


sumber : reuters