Harga Emas Menguat di Tengah Kondisi Pasar yang Tidak Menentu
Pada sesi Eropa hari ini, harga emas dunia kembali menunjukkan tren menguat di tengah kondisi pasar yang masih sarat ketidakpastian. Spot gold diperdagangkan sekitar $5.197,35 per ounce, memperpanjang momentum kenaikan dari hari sebelumnya karena permintaan safe-haven tetap kuat. Pergerakan ini terjadi di tengah penurunan nilai US dollar, yang membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor non-dolar dan memicu aksi beli pada aset yang dianggap pelindung nilai.
Permintaan terhadap emas dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, terutama negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang masih menjadi fokus utama pelaku pasar. Ketidakpastian hasil pembicaraan tersebut membuat investor cenderung menempatkan modalnya pada aset yang lebih aman seperti emas, yang sejak awal tahun ini telah menjadi magnet bagi permintaan defensif. Selain itu, kekhawatiran mengenai kebijakan tarif perdagangan AS juga memperbesar peran emas sebagai aset hedge terhadap gejolak ekonomi global.
Sentimen makroekonomi turut memainkan peran penting pada pergerakan emas hari ini. Pergerakan indeks dollar AS yang lebih lemah memberikan ruang bagi emas untuk mempertahankan kenaikannya, karena emas yang berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve di masa depan turut menekan imbal hasil obligasi, sehingga menurunkan biaya peluang memegang emas dan menambah daya tarik logam mulia ini.
Walaupun umumnya menunjukkan penguatan, pasar emas masih terjebak dalam range perdagangan yang relatif sempit pada sesi Eropa pagi ini karena pelaku pasar menunggu data ekonomi penting dan pernyataan pejabat bank sentral. Beberapa analis mencatat emas bergerak di zona teknikal antara resistance dan support kunci, menandakan bahwa kecenderungan kenaikan belum benar-benar breakout secara signifikan dan masih rentan terhadap faktor berita baru.
sumber : reuters
