Harga Minyak Turun Tipis, tapi Masih Dekat Level Tertinggi Tujuh Bulan

Pada sesi Eropa Rabu ini, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak turun tipis, diperdagangkan sekitar US$65,95 per barel tapi mendekati puncak tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Investor global mempertahankan posisi di sekitar harga tinggi ini meskipun ada fluktuasi kecil pada awal perdagangan sesi Eropa. Harga yang kuat ini mencerminkan sentimen pasar terhadap risiko ketegangan geopolitik dan prospek permintaan yang tetap kuat.

Salah satu katalis utama tetap ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah mendorong minyak ke level tinggi sepanjang minggu. Kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah — terutama jika konflik meningkat — telah menciptakan risk premium yang mendukung harga minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik sedang berlangsung, pasar masih menerjemahkan ketidakpastian ini sebagai kekuatan fundamental untuk minyak.

Sementara itu, data menunjukkan bahwa inventaris minyak mentah di AS mengalami lonjakan jauh di atas perkiraan analis, menurut laporan industri terbaru. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi oversupply jangka pendek yang bisa menekan harga. Namun, lonjakan inventori tersebut belum sepenuhnya membalikkan tren harga tinggi karena faktor geopolitik dan permintaan dunia yang masih kuat.

Spekulasi mengenai kemungkinan kesepakatan nuklir AS–Iran telah menyebabkan beberapa tekanan turun sementara terhadap harga minyak, karena pasar mempertimbangkan skenario di mana konflik mereda tanpa gangguan pasokan. Berita tentang Iran yang siap mengambil langkah untuk mencapai kesepakatan juga sedikit meredakan kekhawatiran tersebut, menyebabkan volatilitas pada harga minyak selama sesi Eropa.

Secara teknikal dan sentimen pasar saat ini, WTI diperkirakan akan bergerak volatil dalam kisaran tinggi selama sesi Eropa. Resistance kuat masih berada di dekat level tertinggi bulan ini, sedangkan support utama terletak di bawah area US$65–65,5 per barel. Pelaku pasar kemungkinan besar akan terus memantau hasil pertemuan diplomatik yang dijadwalkan dan laporan inventori resmi seperti dari EIA untuk menentukan arah tren lanjutan. Perubahan besar dalam prospek geopolitik atau data permintaan global dapat memicu pergerakan signifikan selanjutnya.


sumber : reuters