Harga Emas Menguat, Setelah Sentuh Level Terendah Sepekan

Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Rabu (18/2/2026) setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan pada hari sebelumnya. Investor kini dalam posisi wait and see menanti rilis risalah rapat kebijakan moneter (FOMC Minutes) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga tahun ini.

Harga emas di pasar spot terpantau naik 1,03% ke level US$ 4.927,29 per ons, pulih setelah sempat anjlok lebih dari 2% pada Selasa (17/2/2026).

Pasar saat ini memprediksi The Federal Reserve (The Fed) baru akan mulai memangkas suku bunga pada Juni 2026. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), emas biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Pergerakan harga emas tahun ini diprediksi akan tetap fluktuatif namun kuat. “Secara garis besar, rentang harga emas tahun ini akan berada di kisaran US$ 4.700 hingga US$ 5.100,” ujar Jigar Trivedi selaku analis riset senior di IndusInd Securities seperti dikutip Reuters, Rabu.

Sinyal dari pejabat The Fed sendiri masih terbelah. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan kemungkinan beberapa kali pemangkasan jika inflasi terus turun menuju target 2%. Namun, Gubernur The Fed Michael Barr memperingatkan pemangkasan mungkin masih jauh mengingat risiko inflasi yang masih membayangi ekonomi AS.

Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik turut menjaga daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven).

– Isu Nuklir Iran: Meski Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai “prinsip panduan” perundingan nuklir, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan kesepakatan final belum akan tercapai dalam waktu dekat.

– Konflik Ukraina: Di Jenewa, negosiator Ukraina dan Rusia baru saja menyelesaikan hari pertama pembicaraan damai yang dimediasi AS. Presiden Donald Trump dilaporkan terus mendesak Ukraina agar segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat tahun tersebut.

Sementara itu, logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan beragam. Perak terpantau turun 2,87% ke US$ 75,57.


sumber : investor.id