Harga Minyak Menguat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

West Texas Intermediate (WTI), patokan Minyak Mentah AS, diperdagangkan di $62,41 saat berita ini ditulis Pukul 13.30 WIB pada hari Rabu. Harga WTI tetap berada di wilayah positif di tengah ketidakpastian dan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Para pedagang bersiap menghadapi rilis laporan American Petroleum Institute (API), yang akan dirilis nanti pada hari Rabu.

Iran mengumumkan penutupan sementara sebagian Selat Hormuz pada hari Rabu untuk melakukan latihan angkatan laut oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), menurut Bloomberg. Selat Hormuz adalah salah satu titik sumbat transit Minyak terpenting di dunia, sekitar sepertiga dari semua ekspor Minyak Mentah yang diangkut melalui air melewati selat ini. Kekhawatiran akan gangguan Minyak Mentah dapat mendorong harga WTI naik dalam waktu dekat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan pada hari Selasa bahwa AS dan Iran telah mencapai pemahaman pada “prinsip-prinsip panduan” utama dalam perundingan yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan nuklir yang telah lama ada, tetapi itu tidak berarti kesepakatan akan segera tercapai. Araqchi menggambarkan perundingan dengan AS sebagai serius dan konstruktif. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar perundingan AS-Iran. Setiap tanda meredanya ketegangan antara kedua negara dapat melemahkan emas hitam.

Laporan stok Minyak Mentah API akan diterbitkan pada hari Rabu. Penurunan stok Minyak Mentah yang lebih besar dari yang diprakirakan mengindikasikan permintaan lebih kuat dan dapat mengangkat harga WTI, sementara peningkatan yang lebih besar dari yang diprakirakan menandakan permintaan lebih lemah atau pasokan berlebih, yang mungkin membebani harga WTI.


sumber : fxstreet