Harga Minyak Turun Tipis, saat Gangguan Pasokan di Timur Tengah Mereda

West Texas Intermediate (WTI), patokan Minyak Mentah AS, diperdagangkan di $64,27 saat berita ini ditulis Pukul 13.30 WIB pada hari Selasa. Harga WTI turun saat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah telah mereda. Para pedagang bersiap untuk menghadapi rilis laporan mingguan American Petroleum Institute (API), yang akan dirilis nanti pada hari Selasa.

Peningkatan ekspor Minyak Mentah dari Venezuela dapat meningkatkan pasokan Minyak global dan membebani harga WTI. Reuters melaporkan pada hari Senin lalu bahwa ekspor Minyak Mentah Venezuela naik menjadi 800.000 barel per hari (bph) pada bulan Januari dari 498.000 bph pada bulan Desember.

Emas hitam kehilangan momentum setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran berjanji untuk melanjutkan perundingan tidak langsung setelah perisitiwa yang mereka sebut sebagai diskusi yang positif. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menggambarkan perundingan nuklir hari Jumat dengan AS sebagai “sebuah kemajuan,” meskipun ia menolak segala upaya intimidasi.

Namun, eskalasi risiko geopolitik di Timur Tengah dapat menambah premi risiko pada Minyak Mentah, mendukung harga WTI. Departemen Transportasi AS pada hari Senin mengeluarkan peringatan maritim yang menyatakan bahwa kapal-kapal berbendera Amerika harus menjauh sejauh mungkin dari perairan Iran saat berlayar di Selat Hormuz, menurut Reuters. Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa negara tersebut akan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah jika diserang oleh pasukan AS.

“Premi risiko Iran tidak dapat sepenuhnya diredakan selama kapal-kapal perang AS berada di tempatnya,” kata analis SEB, Bjarne Schieldrop.


sumber : fxstreet