Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Didorong Pelemahan Dolar AS
Harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin (9/2/2026) waktu setempat. Penguatan itu didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis serangkaian data ekonomi penting dari AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Harga emas spot melonjak 2,12% dan ditutup di level US$ 5.056,66 per ons.
Dikutip dari CBNC internasional, penguatan emas sejalan dengan pelemahan dolar AS yang turun 0,8% ke posisi terendah dalam lebih dari sepekan. Melemahnya dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi greenback menjadi lebih murah bagi pembeli di luar AS.
“Katalis utama pergerakan harga emas hari ini adalah dolar AS,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek seraya menambahkan, pasar mulai mengantisipasi pelemahan data ekonomi AS, khususnya dari sektor tenaga kerja.
Perhatian investor kini tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini, termasuk nonfarm payrolls, inflasi konsumen, dan klaim awal pengangguran AS. Data tersebut akan menjadi petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga The Fed.
Pasar saat ini telah memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada 2026.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters, pertumbuhan tenaga kerja nonpertanian AS pada Januari diperkirakan mencapai 70.000 orang. Dalam kondisi suku bunga yang lebih rendah, emas cenderung diuntungkan karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil.
Dari sisi permintaan global, bank sentral China kembali menambah cadangan emasnya pada Januari 2026. Data People’s Bank of China (PBOC) menunjukkan pembelian emas telah berlangsung selama 15 bulan berturut-turut.
“Permintaan yang konsisten dari bank sentral, dengan China sebagai episentrum, telah menjadi faktor penopang penting sekaligus indikator arah pasar,” ujar Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif B2PRIME Group Eugenia Mykuliak.
Menurutnya, pembelian emas secara berkelanjutan oleh otoritas moneter semakin membentuk batas bawah struktural bagi harga emas global.
Selain emas, harga perak juga melonjak signifikan. Perak spot melesat 7,53% dan ditutup di level US$ 83,28 per ons, setelah pada hari sebelumnya naik hampir 10%. Logam mulia ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 121,61 per ons pada 29 Januari 2026 lalu.
sumber : investor.id
