Analis Proyeksikan Harga Emas Tetap Bullish
Analis kembali mengeluarkan prospek yang optimistis pada harga emas dunia, meski sempat mengalami koreksi tajam beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (4/2/2026), Kepala Riset Logam di Deutsche Bank, Michael Hsueh mengatakan bahwa terlepas dari volatilitasnya, harga emas tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai level US$ 6.000 per troy ons pada akhir 2026.
“Penggerak tematik emas tetap positif dan kami percaya alasan investor untuk alokasi emas tidak akan berubah. Kondisi tampaknya tidak siap untuk pembalikan harga emas yang berkelanjutan, dan kami melihat beberapa perbedaan antara keadaan saat ini dan konteks pelemahan emas pada tahun 1980-an dan 2013,” kata Hsueh dalam laporannya.
Dia menambahkan bahwa permintaan investasi di China akan tetap menjadi pilar utama pendukung emas. Ia mencatat, meskipun harga emas di negara-negara Barta menurun, premi di Bursa Emas Shanghai tetap tinggi.
Deutsche bukan satu-satunya bank yang mempertahankan prospek bullish pada harga emas.
Analis komoditas di Société Générale mengatakan bahwa prospek fundamental mereka untuk logam mulia tidak berubah.
Adapun analis pasar di Swissquote, Ipek Ozkardeskaya juga mengaku tetap optimistis terhadap harga emas.
“Faktor-faktor yang mendukung harga emas sejak tahun lalu tetap kokoh: ketidakpastian perdagangan dan geopolitik terus berlanjut; dinamika utang negara G7 terlihat semakin tidak berkelanjutan dan kemungkinan akan memburuk; tidak hanya di AS, tetapi juga di Jepang dan Eropa di tengah meningkatnya pengeluaran pertahanan. Minat terhadap dolar AS, mata uang utama lainnya, dan obligasi pemerintah juga lemah,” paparnya.
sumber : investor.id
