Harga Emas Tembus $5.200, Didorong Melemahnya Dolar AS
Harga emas dunia melanjutkan reli tajam dan mencetak rekor baru dengan menembus level US$ 5.200 per ons pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Lonjakan harga logam mulia ini didorong oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) ke level terendah hampir empat tahun.
Dikutip dari Reuters, penguatan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.
Harga emas hari ini melonjak 1,49% ke level US$ 5.261,44 per ons saat berita ditulis Pukul 13.35 WIB, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.266,19 per ons. Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak lebih dari 20%.
Senior Market Analyst OANDA Kelvin Wong mengatakan, penguatan harga emas sangat erat kaitannya dengan kejatuhan nilai tukar dolar AS. Menurutnya, pergerakan emas mencerminkan korelasi negatif yang kuat terhadap greenback.
Wong menambahkan, kenaikan harga emas dipicu oleh korelasi tidak langsung yang sangat kuat dengan dolar. Lonjakan harga emas pada sesi perdagangan AS kemarin terjadi setelah pernyataan Presiden Donald Trump terkait dolar.
“Hal itu mengindikasikan adanya konsensus luas di Gedung Putih untuk mengarah pada dolar yang lebih lemah ke depan,” ujar Wong.
Dolar AS tengah menghadapi krisis kepercayaan dan bergerak di sekitar level terendah dalam hampir empat tahun. Tekanan terhadap dolar semakin besar setelah Trump menyebut nilai tukar dolar sebagai sesuatu yang ‘hebat’, saat ditanya apakah mata uang tersebut telah melemah terlalu jauh.
Di sisi lain, sentimen pasar AS juga dibebani oleh merosotnya kepercayaan konsumen. Indeks kepercayaan konsumen AS pada Januari tercatat turun ke level terendah dalam lebih dari 11,5 tahun, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap melambatnya pasar tenaga kerja dan masih tingginya tekanan harga.
Trump juga menyatakan akan segera mengumumkan calon pimpinan baru The Fed. Ia bahkan memprediksi suku bunga akan turun setelah ketua The Fed yang baru mulai menjabat. Meski demikian, pasar secara luas memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter Januari yang saat ini sedang berlangsung.
sumber : investor.id
