Indeks Dolar Menguat Tipis, Jelang Rilis Data PMI Global AS

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, tetap bertahan setelah mencatat penurunan sebesar 0,5% di hari sebelumnya. DXY diperdagangkan di sekitar 98,18, menguat tipis saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB pada hari Jumat. Para pedagang menunggu pembacaan awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global AS, yang akan dirilis nanti pada hari Jumat.

Di sisi data, Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang disetahunkan tumbuh sebesar 4,4% di kuartal ketiga tahun 2025, sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan dan pembacaan sebelumnya sebesar 4,3%. Selain itu, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal tercatat 200 Ribu minggu lalu, di bawah konsensus pasar sebesar 212 Ribu.

Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS naik menjadi 2,8% tahun-ke-tahun di bulan November dari 2,7% di bulan Oktober. Secara bulanan, Indeks Harga PCE naik sebesar 0,2%. Indeks Harga PCE inti tahunan, yang merupakan pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), naik sebesar 2,8% di bulan November, setelah kenaikan 2,7% yang tercatat di bulan Oktober dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Greenback menghadapi tantangan akibat ketegangan geopolitik dan perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Presiden AS Donald Trump pertama kali memperingatkan beberapa negara Eropa yang menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland dengan tarif baru, tetapi kemudian membalikkan posisinya setelah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan NATO untuk kemungkinan kesepakatan di masa depan.

Namun, kesepakatan AS-NATO tetap tidak jelas, dengan pasar berspekulasi bahwa itu mungkin mencakup hak mineral dan penempatan rudal. Sementara itu, analis pasar memperingatkan bahwa Eropa dapat menggunakan kepemilikan besar aset AS sebagai leverage, setelah sebuah dana pensiun Denmark menyatakan akan melepaskan investasi dari obligasi Pemerintah AS, yang meningkatkan ketidakpastian pasar.

Di sisi kebijakan, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga minggu depan. Menurut Alat FedWatch CME, pasar saat ini memprakirakan peluang 95% untuk penurunan suku bunga di bulan Desember.


sumber : fxstreet