Harga Emas dan Perak Melesat, Lagi-lagi Sentuh Rekor Tertinggi

Harga emas dunia kembali mencetak sejarah dengan menembus level US$ 4.900 per ons pada Kamis (22/1/2026), menandai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta ekspektasi kuat pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.

Harga emas spot melonjak 2,17% dan ditutup di US$ 4.936,15 per ons, setelah sempat mencatat rekor tertinggi di level US$ 4.940,58 per ons.

Dikutip dari Reuters, penguatan harga emas tak lepas dari melemahnya dolar AS. Indeks dolar tercatat turun 0,4%, sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor global. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant menilai, reli harga emas masih didukung faktor fundamental yang solid. “Ketegangan geopolitik, dolar yang melemah, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed terus menjadi katalis utama permintaan emas,” ujar Grant.

Sentimen pasar juga dipengaruhi isu geopolitik terbaru setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengamankan akses penuh dan permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.

Meski detail kesepakatan tersebut belum jelas dan Denmark menegaskan kedaulatannya atas Greenland tidak bisa dinegosiasikan, pernyataan itu sudah cukup memicu kekhawatiran baru di pasar global.

Dari sisi data ekonomi, laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menunjukkan belanja konsumen tetap tumbuh kuat dalam dua bulan terakhir. Namun, pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali masing-masing 25 basis poin pada paruh kedua 2026.

Prospek penurunan suku bunga ini meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Grant menambahkan, potensi kenaikan emas masih terbuka lebar, bahkan mendekati level psikologis berikutnya. “Setiap koreksi jangka pendek kemungkinan akan dimanfaatkan sebagai peluang beli. Level US$ 5.000 per ons troi kini sudah sangat dekat, dan proyeksi lanjutan di kisaran US$ 5.187 per ons troi terlihat realistis,” katanya.

Tak hanya emas, reli juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melesat 3,31% dan ditutup di US$ 96,15, setelah sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 96,57 per ons.

Senior Market Analyst Tradu Nikos Tzabouras menilai, perak memiliki fundamental yang semakin kuat. “Perak memang bukan aset cadangan seperti emas, tetapi tetap diuntungkan oleh arus safe haven dan pelemahan dolar AS,” ujarnya.


sumber : investor.id