Harga Emas Tembus $4.800, Cetak Reli Tertinggi Tiga Hari Beruntun
Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru dengan menembus level US$ 4.800 per ons pada Rabu (21/1/2026). Lonjakan ini didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global.
Harga emas spot naik 1,43% dan ditutup di US$ 4.831,14 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.888,17. Ini merupakan reli rekor tertinggi dalam tiga hari beruntun.
Analis pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn menilai, reli emas saat ini dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik dan sentimen investor yang kuat. “Ada rasa takut ketinggalan momentum (fear of missing out). Dengan situasi geopolitik dunia saat ini, ini menjadi badai sempurna bagi kenaikan harga emas dan perak,” ujar Haberkorn dikutip dari CNBC iinternasional.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait ambisinya untuk menguasai Greenland. Meski Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer, isu tersebut tetap memicu kekhawatiran pasar.
Di sisi lain, Mahkamah Agung AS juga tengah mengkaji gugatan atas upaya Trump memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook, yang dinilai sebagai ujian serius terhadap independensi bank sentral AS.
Mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang kuartal ini, bahkan hingga masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang. Kebijakan suku bunga rendah menjadi katalis positif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Sementara itu, pasar saham AS sempat pulih terbatas setelah mengalami aksi jual terbesar dalam tiga bulan terakhir, seiring investor mencerna pidato Trump di Davos.Trading Saham
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot anjlok 1,54% dan ditutup di US$ 93,07 per ons, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 95,86.
Analis komoditas ANZ Soni Kumari menilai, peluang perak menembus level tiga digit masih terbuka. “Harga perak berpotensi mencapai angka tiga digit seiring momentum yang kuat, tetapi pergerakannya tidak akan satu arah. Koreksi dan volatilitas tetap mungkin terjadi,” ujarnya.
sumber : investor.id
