Harga Minyak Naik, Akibat Penghentian Ladang Minyak Kazakhstan
Harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan kenaikan beruntunnya untuk hari keempat berturut-turut, diperdagangkan di sekitar $59,5 per barel saat berita ini ditulis Pukul 15.15 WIB pada hari Rabu. Harga Minyak Mentah naik akibat penghentian sementara produksi di dua ladang besar di Kazakhstan.
Produsen OPEC+ (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya) Kazakhstan menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev pada hari Minggu akibat masalah distribusi listrik. Menurut tiga sumber industri yang dikutip oleh Reuters, produksi di kedua ladang tersebut bisa tetap offline selama tujuh hingga sepuluh hari ke depan.
Harga minyak mungkin menghadapi tekanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Trump mengulangi ambisinya terhadap Greenland dan ancaman sebelumnya mengenai tarif 10% pada delapan negara UE, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan permintaan minyak global yang lebih lemah.
Sementara itu, Uni Eropa memberikan sinyal kemungkinan bea atas barang-barang AS senilai $93 miliar, sementara Prancis dilaporkan mendesak penggunaan Instrumen Anti-Koersi blok tersebut. Pasar juga khawatir bahwa Eropa dapat memanfaatkan sekitar $10 triliun dalam aset AS, dengan sebuah dana pensiun Denmark berencana untuk keluar dari Treasury.
Persediaan minyak mentah dan bensin AS diprakirakan akan meningkat minggu lalu, sementara persediaan distilat diprakirakan akan menurun menjelang data dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA). Secara terpisah, pasukan AS menyita kapal tanker minyak ketujuh yang terkait dengan Venezuela sebagai bagian dari upaya yang ditingkatkan untuk menegakkan sanksi dan mengganggu perdagangan minyak negara tersebut.
sumber : fxstreet
