Harga Emas dan Perak Makin Berkilau, Cetak ATH Terus Berlanjut
Harga emas dunia kian menjulang tinggi dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru pada Selasa (20/1/2026), menembus level psikologis US$ 4.750 per ons seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong lonjakan permintaan aset safe haven.
Dikutip dari Reuters, di saat yang sama, harga perak juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa.
Harga emas spot naik sekitar 1,85% dan ditutup di US$ 4.763,26 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.766,05 per ons.
Analis Pasar City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada mengatakan, reli harga emas semakin menguat karena investor berupaya melindungi portofolionya dari meningkatnya risiko politik. “Harga emas bergerak semakin jauh ke wilayah yang belum pernah dijelajahi, seiring investor melakukan lindung nilai terhadap risiko politik yang terus meningkat,” ujarnya.
Razaqzada menambahkan, pelemahan dolar AS turut menjadi katalis tambahan bagi penguatan logam mulia. Kondisi tersebut memperkuat reli emas di tengah goyahnya kepercayaan investor terhadap aset-aset berbasis dolar.
Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah indeks utama Wall Street turun ke level terendah hampir tiga pekan. Pasar saham tertekan oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa, terkait isu penguasaan Greenland. Pernyataan itu meningkatkan ketegangan menjelang pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss.Trading Saham
Dolar AS pun mencatatkan penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Sepanjang 2025, harga emas tercatat melonjak hingga 64% dan telah bertambah sekitar 10% sejak awal 2026. Kenaikan ini juga didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, yang menurunkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pasar memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin mulai pertengahan 2026. Fokus investor juga meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebutkan Trump berpotensi menunjuk Ketua Fed yang baru secepat pekan depan.
Razaqzada menilai, level US$ 4.800 hingga US$ 4.900 menjadi target terdekat harga emas, dengan level US$ 5.000 sebagai sasaran psikologis jangka panjang.
Sementara itu, harga perak spot ditutup di US$ 94,53 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$ 95,86 per ons. Sepanjang 2025, perak melonjak sekitar 147% dan telah menguat lebih dari 32% sejak awal 2026.
sumber : investor.id
