Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Lagi, Investor Kompak Cari Aset Safe Haven
Harga emas dunia kembali terbang hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Lonjakan ini dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, yang mendorong investor berbondong-bondong mencari aset aman (safe haven).
Harga emas spot naik 0,95% dan ditutup di level US$ 4.626,35 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.642,88 per ons.
Dikutip dari Reuters, lonjakan harga emas terjadi di tengah kombinasi sentimen global yang semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Chief Operating Officer Allegiance Gold Alex Ebkarian mengatakan, semua arah kini mengarah ke emas dan perak. Menurutnya, permintaan datang dari berbagai kelompok investor dan menandakan pasar logam mulia telah memasuki fase bullish struktural.
Secara historis, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung berkinerja baik saat suku bunga rendah dan ketidakpastian meningkat, dua kondisi yang kini kembali menguat.
Dari sisi geopolitik, Iran memperingatkan negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pasukan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington ikut campur dalam gejolak domestik Iran.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump kembali menegaskan tuntutan agar AS menguasai Greenland, memicu respons diplomatik dari Denmark dan Greenland.
Sementara dari sisi ekonomi, data menunjukkan penjualan ritel AS pada November melampaui ekspektasi. Indeks harga produsen (PPI) sesuai proyeksi bulanan namun lebih tinggi secara tahunan, menyusul rilis inflasi inti Desember yang lebih lemah dari perkiraan.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang 2026.
Kekhawatiran atas independensi The Fed juga kembali mencuat setelah sejumlah bank sentral dunia menyatakan dukungan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, menyusul ancaman pemerintahan Trump untuk membawa Powell ke ranah hukum.
Tak hanya emas, harga perak juga melesat tajam. Perak spot naik 7,26% dan ditutup di US$ 93,22 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor di US$ 93,48 per ons.
Ebkarian bahkan memproyeksikan harga perak masih berpeluang menembus tiga digit. “Kami melihat harga perak di US$ 100 bukan sesuatu yang luar biasa. Proyeksi jangka pendek kami berada di kisaran US$ 100 hingga US$ 144,” katanya.
sumber : investor.id
