Harga Emas Kembali Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Sentuh $ 4.600

Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Senin (12/1/2026), setelah sempat menembus level US$ 4.600 per ons. Penguatan ini didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik global serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Harga emas hari ini terlihat melonjak 1,50% ke US$ 4.572,66 per ons saat berita ditulis Pukul 13.20 WIB, setelah sempat menembus rekor tertinggi di level US$ 4.601 per ons di awal perdagangan. Sepanjang 2026, harga emas telah melonjak 4,4%.

Analis pasar senior OANDA Kelvin Wong mengatakan, lonjakan harga emas terutama dipicu meningkatnya risiko geopolitik yang memicu arus dana ke aset lindung nilai. Ketegangan di Iran, Venezuela, serta berbagai konflik global membuat investor memilih mengamankan portofolio mereka di emas.

“Faktor geopolitik menjadi pendorong utama momentum bullish emas hari ini. Ketidakpastian global membuat investor kembali berburu aset aman,” ujar Wong dikutip dari Reuters.

Selain faktor geopolitik, data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan turut memperkuat prospek pemangkasan suku bunga The Fed. Pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026. Lingkungan suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Tekanan terhadap dolar AS juga ikut menopang harga emas. Mata uang Paman Sam inii melemah dari posisi terkuatnya dalam sebulan, seiring meningkatnya ketegangan antara The Fed dan pemerintahan Presiden Donald Trump. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain.

Ketua The Fed Jerome Powell bahkan mengungkapkan adanya ancaman tuntutan hukum dari pemerintahan Trump terkait kesaksiannya di Kongres. Powell menilai langkah tersebut sebagai upaya menekan bank sentral agar lebih agresif memangkas suku bunga.

Kondisi tersebut semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset non-yielding yang cenderung berkinerja baik di tengah suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi.

Dengan sentimen global yang masih rapuh, analis menilai tren bullish emas berpeluang berlanjut dalam jangka menengah. Selama ketegangan geopolitik belum mereda dan ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap terjaga, harga emas diperkirakan akan tetap berada di level tinggi dan berpotensi mencetak rekor baru.


sumber : investor.id