Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Kekhawatiran Independensi The Fed

Indeks Dolar AS (DXY), sebuah indeks yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, diperdagangkan menguat di 98,03 saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB pada hari Jumat. Para pedagang bersiap untuk menghadapi data ekonomi AS bulan ini untuk mengukur arah suku bunga.

Kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve (The Fed) di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump dapat melemahkan Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Para pedagang percaya Trump akan menunjuk orang yang dovish untuk mengganti ketua The Fed, Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada bulan Mei, setelah Presiden AS mengkritik Powell tahun lalu karena tidak memangkas suku bunga dengan lebih cepat atau dalam.

“Kami memprakirakan bahwa kekhawatiran seputar independensi bank sentral akan berlanjut hingga 2026, dan melihat perubahan kepemimpinan The Fed yang akan datang sebagai salah satu dari beberapa alasan mengapa risiko-risiko di seputar prakiraan suku bunga Fed fund kami condong dovish,” kata para ahli strategi Goldman.

Pasar keuangan memprakirakan dua penurunan suku bunga tahun ini dibandingkan satu yang diprediksi oleh The Fed yang terpecah. Menurut CME FedWatch tool, pasar keuangan memprakirakan probabilitas hampir 15,0% bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Januari.

Perhatian akan beralih ke data ekonomi utama AS, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP) dan data Tingkat Pengangguran AS, yang akan dipublikasikan minggu depan. Laporan-laporan ini dapat memberikan beberapa petunjuk tentang kesehatan pasar tenaga kerja dan suku bunga AS tahun ini. Jika data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang lebih kuat dari yang diprakirakan, ini dapat membantu membatasi penurunan DXY dalam jangka pendek.


sumber : fxstreet