Harga Emas Naik, Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Harga emas naik dan bergerak di atas level psikologis US$ 4.200 pada perdagangan Senin (8/12/2025), mempertahankan momentum penguatan menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed. Pergerakan emas saat ini didukung sentimen dovish pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga, meskipun tekanan teknikal jangka pendek tetap perlu dicermati.

Harga emas hari ini terlihat naik 0,25% ke level US$ 4.216,96 saat berita ditulis Pukul 13.40 WIB.

Meski volatil, harga emas masih bersiap untuk mengakhiri pekan dalam kondisi stabil di atas ambang penting US$ 4.200. Indikasi teknikal berbasis kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish masih dominan.

Selama harga tetap bertahan di atas area kunci tersebut, struktur pasar emas tetap bullish.

Berdasarkan proyeksi teknikal, terdapat dua skenario utama pergerakan emas dalam jangka pendek. “Jika tekanan bullish berlanjut, harga emas berpotensi naik menuju level US$ 4.256 sebagai target terdekat.

Namun, potensi koreksi teknikal apabila pasar bereaksi terhadap penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman kebijakan bank sentral. Jika harga gagal mempertahankan momentum dan terkoreksi, target penurunan terdekat berada pada level US$ 4.184.

Dari sisi fundamental, harga emas mendapat dukungan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin akibat melambatnya pasar tenaga kerja dan kebutuhan mendorong kembali pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan minat terhadap emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset non-yield seperti logam mulia tersebut.

Selain itu, permintaan emas dari bank sentral global kembali meningkat. Data terbaru menunjukkan Bank Rakyat China (PBoC) menambahkan cadangan emas untuk bulan ke-13 berturut-turut, memperkuat tren akumulasi emas secara sistematis dari institusi moneter global. Faktor ini semakin memperkuat sentimen bullish jangka Panjang.

Namun, beberapa indikator ekonomi AS menunjukkan kondisi yang lebih kuat dari perkiraan. Data sentimen konsumen yang dirilis Universitas Michigan meningkat menjadi 53,3 pada Desember dari 51,0 di November. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun juga naik menjadi 4,141%, yang secara historis menjadi hambatan bagi reli emas. Jika data lanjutan menunjukan kekuatan ekonomi AS, dolar dapat menguat dan menekan emas.

Secara keseluruhan, harga emas hari ini berpotensi bergerak dinamis menanti keputusan The Fed. Struktur tren tetap bullish, namun sensitivitas terhadap data ekonomi dan arah dolar AS membuat pasar waspada terhadap potensi volatilitas signifikan dalam beberapa sesi mendatang.


sumber : investor.id