Harga Emas Melonjak, Catatkan Kenaikan Mingguan Kelima Berturut-turut

Harga emas dunia melonjak 1% lebih pada perdagangan Jumat (19/9/2025), dan mencatatkan kenaikan mingguan kelima berturut-turut. Sentimen pasar masih berfokus pada arah kebijakan The Fed selanjutnya, setelah pekan ini memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini.

Harga emas di pasar spot ditutup melonjak 1,13% di US$ 3.684,29 per ons. Sepanjang pekan ini, harga emas tercatat naik 1,1%.

Dikutip dari CNBC internasional, pada Rabu (17/9/2025), The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Namun, bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut menegaskan, inflasi yang masih tinggi membuat arah pelonggaran kebijakan moneter selanjutnya belum bisa dipastikan.

Setelah keputusan tersebut, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 3.707,4 per ons sebelum berbalik turun di tengah volatilitas pasar.

“Harga emas masih berada dalam tren kuat. Saat ini hanya jeda setelah keputusan The Fed. Tren bullish tetap terjaga, bahkan secara realistis harga bisa menyentuh US$ 4.000 per ons sebelum akhir tahun,” kata analis pasar dari RJO Futures Bob Haberkorn.

Sementara itu, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari menilai, risiko di pasar tenaga kerja menjadi alasan pemangkasan suku bunga pekan ini. Ia juga membuka kemungkinan adanya penurunan suku bunga lanjutan pada dua pertemuan berikutnya.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik. Selain itu, emas juga cenderung menguat di tengah ketidakpastian ekonomi. Sejauh ini, harga emas sudah melesat hampir 40% sepanjang 2025.

Dari sisi permintaan fisik, premi emas di India naik ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Meski harga emas mencetak rekor menjelang musim perayaan, investor di India tetap memborong emas dengan harapan harga akan terus naik.

Sebaliknya, di China, diskon harga emas melebar hingga mencapai rekor lima tahun.


sumber : investor.id