Indeks Dolar AS Pulih, Setelah Tertekan Tiga Hari Berturut-turut

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, mendapatkan momentum kenaikan setelah tiga hari mengalami penurunan dan diperdagangkan di sekitar 97,90 saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB pada hari Jumat.

Para trader sedang menunggu Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) bulan Juli yang akan dirilis nanti di perdagangan sesi Amerika Utara, rilis inflasi utama terakhir sebelum pertemuan Federal Reserve pada bulan September. PCE umum diprakirakan naik 2,6% tahun-ke-tahun di bulan Juli, sementara PCE inti diprakirakan meningkat 2,9% selama periode yang sama.

Greenback mendapatkan dukungan karena ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh di kuartal kedua. Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang dianalisis tahunan naik 3,3% di Kuartal 2, dengan laju yang lebih cepat dibandingkan dengan estimasi awal naik 3,1% dan 3,0% sebelumnya.

Gubernur The Fed, Christopher Waller, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan mendukung pemotongan suku bunga dalam pertemuan bulan September dan pengurangan lebih lanjut selama tiga hingga enam bulan ke depan untuk mencegah pasar tenaga kerja runtuh, menurut Reuters.

Kekhawatiran terhadap independensi The Fed meningkat setelah pernyataan terbaru dari Wakil Presiden AS, JD Vance. Vance mengonfirmasi, dalam sebuah wawancara dengan USA Today pada hari Kamis, berakhirnya otonomi Federal Reserve. Ia mencatat: “Saya tidak berpikir kami mengizinkan birokrat membuat keputusan tentang kebijakan moneter dan suku bunga tanpa masukan dari orang-orang yang terpilih untuk melayani rakyat Amerika…POTUS jauh lebih mampu untuk membuat penentuan ini.”


sumber : fxstreet