Harga Emas Melonjak, Tembus Level Tertinggi Lima Pekan

Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Kamis (28/8/2025). Lonjakan ini dipicu pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran pasar terkait independensi The Fed.
Harga emas spot naik 0,58% dan ditutup menjadi US$ 3.416,98 per troy ons, level tertinggi sejak 23 Juli 2025.
Dikutip dari CNBC internasional, indeks dolar AS terkoreksi 0,5%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi investor luar negeri.
Trader logam independen Tai Wong mengatakan, harga emas sudah naik pelan tapi konsisten lebih dari sepekan, sebagian karena meningkatnya kekhawatiran soal independensi The Fed.
“Tekanan dari Presiden AS Donald Trump memicu ketidakpastian bahwa FOMC bisa saja lebih cepat memangkas suku bunga dan menjaganya rendah lebih lama, yang jelas positif untuk emas,” ujarnya.
Menurut data CME FedWatch, pasar kini memperkirakan lebih dari 87% peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang.
Investor kini menanti rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat (29/8/2025), yang menjadi indikator inflasi penting bagi bank sentral AS.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung menguat dalam kondisi suku bunga rendah dan saat terjadi ketidakpastian ekonomi.
Di sisi lain, Gubernur The Fed Lisa Cook, menggugat Trump dengan alasan tidak memiliki wewenang untuk memberhentikannya dari jabatan. Perselisihan hukum ini dinilai dapat menguji kembali norma lama terkait independensi bank sentral AS.
“Dalam jangka pendek, saya melihat tren emas masih bullish. Target saya bisa ke sekitar US$ 3.700 per troy ons pada akhir tahun,” kata Senior Market Strategist RJO Futures Daniel Pavilonis.
Selain emas, harga perak juga menguat 1,2% ke US$ 39,09 per troy ons, level tertinggi sejak 25 Juli 2025.
Wong menyebut, perak sudah mencatat kinerja kuat sepanjang kuartal ini, meski momentumnya melemah di Agustus. “Banyak yang menunggu lonjakan di atas US$ 40, mungkin seiring emas mencetak rekor baru,” tambah Wong.
sumber : investor.id